Selasa, 30 Mei 2023

Proses Engagement


 ENGAGEMENT

    Engagement adalah proses pelamaran seseorang yang bermasalah untuk mendapatkan pertolongan. Pada tahap ini terjadi penyesuaian kebutuhan-kebutuhan dan sumber-sumber (calon klien) dan calon pemberi bantuan.

    Engagement merupakan suatu periode dimana pekerja sosial mulai berorientasi terhadap dirinya sendiri, khususnya mengenai tugas-tugas yang ditanganinya. Awal keterlibatanyaa pada suatu situasi yang menyebabkan pekerja sosial mempunyai tanggung jawab untuk menjalin hubungan dengan klien dalam berbagai cara yang berbeda yaitu:

1. Klien datang secara sukarela untuk meminta bantuan (Voluntary Application)

     Klien biasanya menyadari bahwa mereka mempunyai masalah. Mereka (klien) memungkinkan untuk dipertimbangkan karena mereka mungkin telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi masalahnya, namun tidak atau kurang berhasil. Merckapun menyadari akan kebutuhannya untuk meminta tolong kepada pekerja sosial. Mereka mungkin ada yang tahu, tetapi ada juga yang tidak yahu tenytang masalah mereka susungguhnya. Mereka pada dasarnya merasakan ketidak enakan, kesakitan, dan penderitaan yang berkaitan dengan masalah yang dialaminya. Mereka mungkin ada yang dapat da nada yang tidak dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya secara cepat, tepat, permanen, dan menyeluruh.

2. Klien tidak mau datang secara suka rela. (Involuntary Application)

    Banyak peristiwa yang menunjukkan bahwa beberapa klien berusaha untuk mengatasi hal-hak yang berlawanan dengan keinginannya. Situasi-situasi kritis yang menyebabkan klien tidak mempunyai alternatif, antara lain adalah kemiskinan yang ekstrim, kecacatan, bencana bencana alam, maupun tekanan - tekanan sosial dari individu-individu dan institusi-institusi yang berpengaruh terhadap dirinya. (istri, suami, orang tua, atasan, sekolah, militer, pengadilan, dan lembaga-lembaga pelayanan koreksional) yang hanya dapat dipenuhi dengan referal. Selama di sanamereka biasanya segan, (reluctance) unuk meminta bantuan. Mereka merasa dipaksa datang kepada pekerja sosial. Pekerja sosial mempunyai tugas yang paling awal untuk berhubungan dan berkenalan dengan keengganan-keengganan tersebut.

3. Pekerja sosial berusaha untuk mencari klien (Reaching out effort by worker) 

    Pekerja sosial mempunyai tanggung jawab untuk membantu orang-orang yang bermasalah. Oleh karena itu pekerja sosial akan sering keluar untuk melibatkan dirinya dengan orang yang tidak aktif mencari bantuan dan tidak diferal agar dapat memperole bantuan.. Mereka mungkin menyadari akan kebutuhannya, tetapi belum atau tidak mampu mewujudkan, tidak mempunyai motivasi, dan tidak mampu untuk memenuhinya sendiri.

    Seorang pelamar pelayanan atau calon klien (applicant) yang ingin memasuki situasi pertolongan sering mempunyai pertanyaan

 a. Apakah saya bisa mendapatkan atau memperoleh pertolongan disini (di badan sosial tempat pekerja sosial bekerja?

b. Adakah pertolongan yang diberikan di sini sesuai dengan kebutuhan saya? 

c. Bagaimana caranya mendapatkan pertolongan tersebut?

    Disamping klien, ternyata pekerja sosial juga mempunyai berbagai pertanyaan, misalnya :

a.  Apakah saya mampu memberikan pertolongan kepada calon klien ini?

b. Apakah sumber-sumber yang tersedia di tempat saya bekerja ini menyediakan pelayanan sesuai            dengan kebutuhannya? 

c. Bagaimana caranya untuk memberikan pertolongan yang efektif dan efisien (berhasil)?

    Dalam proses Tanya jawab personal tersebut terjadi saling silang (mutual assessment of each other) mengenai :

a. Keadaan dan situasi yang mereka rasakan

b. Keadaan-keadaan yang mempertemukan mereka 

c. Permasalahan dan tugas-tugas yang seyogyanya

    ditampilkan oleh masing-masing pihak

d. Sumber-sumber yang nantinya dapat dimanfaatkan

    Dalam tahap engagement, terjadi relasi antara klien potensial dengan pekerja sosial potensial. Tugas pekerja sosial pada tahap engagement ini adalah:

a. Mellibatkan dirinya dalam situasi tersebut. b. Menciptakan komunikasi dengan semua orang                   yang terlibat.

c. Mulai mendefinisikan ukuran-ukuran atau parameter- parameter yang berkaitan dengan hal-hal yang      bukan mereka laksanakan. 

d. Menciptakan atau membuat suatu struktur kerja awal atau pendahuluan.

    Iklim konduktif dan komunikasi efektif di dalam suatu relasi pertolongan merupakan unsur yang sangat penting artinya jika pekerja sosial tidak mampu menciptakan iklim konduktif dan komunikasi yang efektif, maka klien akan pergi darinya (tidak pernah kembali lagi). Iklim konduktif dan komunikasi efektif memungkinkan klien untuk mencurahkan perasaan dan menginformasikan masalahnya. Klien merasakan bahwa ekerja sosial merupakan pribadi yang penuh pengertian dan pehatian, sehingga kepercayaan akan muncul dan terus berkembang. Untuk dapat menumbuhkan dan memelihara semua itu pekerja sosial dituntut untuk memiliki kemampuan menghargai klien, bersifat empatik dan gigih dalam mempelajari dan memahami permasalahan.

    Kegiatan awal merupakan kegiatan yang cukup penting. Dalam suatu proses kegiatan selalu memungkinkan untuk kembali lagi ke tahap awal guna mendapatkan kesempurnaan bagi kegiatan-kegiatan selanjutnya. Langkah kedua adalah bekerja kembali untuk menyempurnakan hal-hal yang terjadi atau yang dilakukan pada awal kegiatan. Mulainya suatu pelayanan pertolongan kemanusiaan mungkin sangat sederhana seperti halnya berjalan ditengah-tengah kerumunan orang yang sedang menunnggu di depan ruangan untuk menerima surat, kartu atau pannggilan telepon dan dapat kompleks seperti halnya pada waktu menghadiri pertemuan suatu rapat yang para pesertanya mempunyai banyak perbedaan tentang keputusan yang penting bagi perusahaan atau orang yang akan pergi ke rumah tetangga yang kedaannya sedang dilanda krisis dengan banyaknya issue atau seperti halnya suatu sekolah yang bising atau gaduh. Walaupun hal ini tidak penting, namun semua itu membutuhkan pertolongan, apalagi jika klien secara langsung dapat berhubungan dengan pekerja sosial selama masa engagement.Komunikasi nonverbal banyak dipergunakan dalam keadaan semacam itu, sehingga berbagai perasaan dapat diekspresikan dan dapat diambil jalan keluarnya.

    Pada tahap awal ini, pekerja sosial hanya dapat memperoleh pengetahuan tentang orang (klien), situasi dan kesadaran dirinya secara umum.Pada saat yang bersamaan, pekerja sosial berupaya untuk memahami dan sekaligus mengevaluasi klien.Pendapat-pendapat tentang orang, situasi, permasalahan, strategi pemecahan, kegiasan emosional, sikap praduga, kecemasan, ketakutan, dan permusuhan antarra pekerja sosial dengan klien perlu dipertimbangkan sebelumnya. Hal itu dapat menghasilkan timbulnya kejujuran, dimana kejujuran tersebut sangat diperlukan untuk mengatasi tahap engagement yang sulit.Pada dasarnya peralatan yang penting bagi pekerja sosial adalah obyektifitas, keterbukaan pikiran, kemampuan untuk menyadari dan mengontrol reaksi-reaksi mereka sendiri. Keahlian yang sama pentingnya adalah kemampuan untuk menyadari keberadaannya dalam diri klien dan juga hubungannya dengan mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pekerja sosial melaksanakan hal ini oleh karena kebesaran hatinya yang secara terbuka mau mengekspresikan, mendiskusikan, dan mendemostrasikan pengalaman kerjanya. Untuk itu mereka (pekerja sosial) bukanlah penentu keberhasilan proses pertolongan, melainkan sebagai pemberi fasilitas keberhasilan.

    Pada jaman modem, engagement menyangkut "selling job". Pengertian pekerja sosial di sini adalah menawarkan diri untuk memberikan pelayanan, sehingga tugas mereka lebih karena jelasnya posisi dan status mereka bagi klien.Pada waktu ini, banyak nilai yang mengalami perunahan, pelayanan kemanusiaan tidak mampu memenuhi beberapa kebutuhan yang mereka (klien) perlukan, karena banyaknya tantangan dan pertanyaan mengenai status quo.Pekerja sosial mewakili institusi-institusi sosial untuk menemukan diri dan mewujudkan sikap dan harapan-harapan mereka.Seperti halnya guru, ahli fisika, ahli hokum, dan anggota-anggota profesi pertolongan yang lainnya, maka subjek atau pokok pertanyaan meliputi motivasi, pengetahuan, keterampilan dan sikap mereka terhadap kliennya.

    Biasanya sikap ini merupakan tugas awal dimana penyajian dan pertolongan diri merupakan suatu cara yang relevan dengan klien yang mengalami kesulitan. Hal itu sebagai perwujudan tanggung jawab terhadap kliennya. Mereka dapat memahami dirinya sendiri dan kebuhan- kebutuhannya, sehingga pekerja sosial mempunyai tanggung jawab yang besar untuk meningatkan kemampuan mereka. Engagement hanya dapat dicapai kalau orang-orang dilibatkan dan pekerja sosial tanggap terhadap hal-hal terkait serta dapat berkomunikasi dalam situasi-situasi yang sensitive. Engagement dapat mulai dilaksanakan pada pelayanan pekerja sosial yang televan dengan kebutuhan klien. Proses engagement akan memberikan kesempatan kepada klien untuk mengekspresikan harapan- harapannya kepada pekerja sosial dan lembaga dimana pekerja sosial bekerja. Orang melihat pertolongan dan pelayanan berbeda-beda, sehingga sering membuat klien menarik diri atau membatalkan sewakktu mereka dikecewakan.

Hasil proses engagement dapat dilihat dari :

a. Pekerja sosial merupakan bagian dari situasi. 

b. Saluran komunikasi awal telah terbuka.

c. Pekerja sosial dan klien bersama-sama sepakat tentang pendekatan-pendekatan umum yang berkaitan    dengan pendefinisian peranan masing-masing, yang didasarkan atas ekspresi dan klasifikasi harapan-      harapan klien serta hal-hal yag pekerja sosial tunjukkan. 

d. Adanya persetujuan tentang proses pada tahap-tahap selanjutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyelesaian Audit dan Laporan Audit Mengkomunikasikan Hasil Prosedur Tindak Lanjut

Proses dalam Penyelesaian Audit 1.  Melaksanakan pengujian tambahan untuk penyajian dan pengungkapan  Sebagai bagian dari proses audit, audi...