Kamis, 30 Maret 2023

Proses Bisnis


 Untuk memastikan efektifitas dan efisiensi proses audit, internal auditor harus selalaumeng-update pemahamannya terhadap strategi perusahaan, yang akan diwujudkandalam proses bisnis perusahaan

Pengertian Proses Bisnis

    Proses bisnis adalah serangkaian aktivitas dalam organisasi yang dirancang untuk mencapaitujuan dan sasaran organisasi secara efektif dan efisien. Kategori proses bisnis: prosesoperasi (operating processes), proses manajemen dan proses pendukung (management andsupport processes), serta proses projek (projects).

  • Proses operasi, adalah aktivitas bisnis harian untuk penciptaan nilai tambah (value-creation activities) bagi stakeholders.
  • Proses manajemen dan proses pendukung, adalah aktivitas yang berkaitan denganmanajemen atau pengelolaan proses operasional dan dukungan terhadap prosesoperasional, yang tujuanya adalah penciptaan nilai (value-creation) terhadap produkatau jasa yang dihasilkan perusahaan.
  • Proses projek, adalah aktivitas yang berkaitan dengan kegiatan bisnis yang bersifatunik dan tidak dilaksanakan secara terus menerus.

Proses Bisnis Mencakup :

1. Pernyataan visi dan misi

2. Tujuan organisasi (stratejik, operasi, pelaporan, dan kepatuhan)

3.Value statement (pernyataan tentang nilai tambah atas barang/jasa yang ditawarkanoleh organisasi)

4. Sasaran tahunan organisasi

5. Sasaran tahunan sub bagian inti organisasi

6. Presentasi rencana strategis dan dokumen-dokumen yang terkait

Dokumentasi Proses Bisnis

    Dokumen proses bisnis harus dibuat oleh pelaku proses dan orang-orang yang terlibatdalam proses.Dokumen proses bisnis bermanfaat untuk:

  • Alat orientasi bagi personel baru.
  • Mendefinisikan area tanggungjawab.
  • Evaluasi efektifitas dan efisiensi sistem.
  • Menentukan area proses bisnis yang harus mendapatkan perhatian utama.
  • Mengidentifikasi risiko-risiko signifikan dan prosedur pengendaliannya.

Urutan dokumentasi proses bisnis:

  • Process map, adalah pemetaan proses bisnis untuk mereprentasikanhubungan input, proses, dan output. Proses map bisa juga dilengkapi dengannarasi untuk penjelasan.
  • Process write-ups, adalah penulisan proses bisnis untuk mendeskripsikanpeta proses bisnis yang telah digambarkan dalam process map.

Risiko bisnis

    Kemampuan CAE (Chief Audit Executive) dalam mengidentifikasi risiko bisnis akanmenentukan kemampuan auditor dalam menjalankan misinya serta memberikan nilaitambah bagi organisasi.
Meskipun tersedia alat yang cukup banyak untuk menganalis profil risiko, pengukuran risikobisnis tetap masih dalam bentuk proses yang subjektif, yang sangat membutuhkanpengalaman dan judgment yang sehat (sound judgement)

Basic Business Risk Model

      1. Strategic Risks (Risiko Strategis)

  • Eksternal, mencakup perubahan sbb: peraturan dan hukum, kompetisi,dinamika pasar, industry, dan teknologi.
  • Internal, mencakup: reputasi, fokus strategi, kepuasan konsumen,governance.

      2. Compliance Risks (Risiko Kepatuhan)

  • Eksternal, mencakup: kontrak, peraturan, tuntutan hukum, dan perizinan
  • Internal, mencakup: etika, kebijakan, kecurangan, dan tindakan ilegal.

    3. Reporting Risks (Risiko Pelaporan)

  • Eksternal, mencakup: pelaporan akuntansi dan keuangan serta perpajakan.
  • Internal, mencakup pelaporan: anggaran, kinerja, pengendalian internal, dankepatuhan terhadap aturan
  • Sumberdaya informasi, mencakup: kemudahan akses, ketersediaan,integritas data, kelengkapan infrastruktur, dan privasi.

    4. Operations Risks (Risiko Operasi)

  • Proses, mencakup: rantai pasokan (supply chain), kapasitas, pelaksanaan proses, keamanan, kelangsungan bisnis, siklus operasi, bencana, kelambanan inovasi.
  • Manusia, mencakup: ketersediaan SDM, kepemimpinan, SDM inti, insentifkinerja, pemberdayaan, perubahan tuntutan keterampilan, dan komunikasi.
  • Keuangan, mencakup: tingkat bunga, kurs valas, kapasitas, default (kegagalankeuangan), konsentrasi, ketersediaan modal, manajemen kas, hargakomoditas, dan jangka waktu.

 Alternatif Tanggapan Resiko

  • Avoidance (menghindari risiko), misalnya melalui menurunkan perluasan pasar,menjual divisi usaha, menghentikan produk yang kinerjanya rendah.
  • Reduction (menurunkan risiko), misalnya melalui peningkatan pengawasan. 
  • Sharing (membagi risiko), misalnya melalui program asuransi.
  • Acceptance (mengambil risiko), misalnya dengan mengubah strategi untukmemanfaatkan risiko.

Business Process Out Sourcing

  • Business Process Outsourcing (BPO) adalah pengalihan pelaksanaan proses bisniskepada penyedia jasa proses bisnis di luar perusahaan untuk tujuan peningkatanefektifitas dan efisiensi proses bisnis.
  • Outsourcing berawal dari bidang TI, tetapi kemudian berkembang ke bidang SDM,rekayasa (engineering), pelayanan konsumen, keuangan dan akuntansi, dan logistik.

Praktik yang sehat dalam BPO:

1. Melibatkan internal auditor dalam seluruh proses BPO.
2. Verifikasi terhadap seluruh departemen/ bagian pendukung proses bisnis, sepertibagian legal, bagian pengamanan informasi, dan bagian SDM.
3. Memahami argumen tentang bagaimana dan mengapa memutuskan BPO.
4. Verifikasi pertimbangan pemilihan alternatif BPO.
5. Membuat dokumentasi proses konversi ke BPO.
6. Membuat bagan alir untuk proses bisnis yang penting.
7. Verifikasi analisis strategis untuk memastikan keselarasan dengan sasaran organisasi
8. Verifikasi analisis kos dan manfaat.
9. Lakukan asesmen risiko secara cermat.
10.Verifikasi cara pengawasan BPO termasuk personalia yang ditugasi untuk melakukan pengawasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Penyelesaian Audit dan Laporan Audit Mengkomunikasikan Hasil Prosedur Tindak Lanjut

Proses dalam Penyelesaian Audit 1.  Melaksanakan pengujian tambahan untuk penyajian dan pengungkapan  Sebagai bagian dari proses audit, audi...